pancasila

Pancasila Oh Pancasila

YOGYAKARTA keluarkan Perda Pancasila. Keren. Tapi percuma. Pancasila keburu gak populer.

Sudahlah, dengar saran kami, selaku pimpinan Alfateta Indonesia Mind Power Academy, kita desak pemerintah melakukan REVOLUSI MENTAL PARIPURNA DARI RAKYAT UNTUK RAKYAT. Ini surat dan proposal 7 x di zaman SBY dan 9 kali di zaman Jokowi dikirimkan tapi gak ada jawaban.

Revolusi mental paripurna, adalah upaya menggabungkan Akhlak (berbasis agama) (ideologi berbasis Pancasila), (Budi pekerti berbasis Budaya), dan (Mindset berbasis Mind power atau Neuro science). Dengan penguatan pada pengajaran cara berpikir. Sebab revolusi mental adalah memperbaiki cara berpikir. Membaca adalah cara mengubah mindset dengan cepat.

Berikan pengetahuan MIND POWER yang membuka gerbang ke pengetahuan secara sistematika dan struktur:

Mulai dari:
-Ajarkan ilmu pikiran untuk memperbaiki mindset dan cara kerja pikiran.

-Ajarkan baca cepat untuk dongkrak minat baca agar kita jangan jadi negara paling malas membaca dan belajar di dunia, minat belajar pun sangat minim.

– Perintahkan Gerakan wajib baca, membaca harus dipaksa. Kl dibiarkan tumbuh sendiri, sampai kiamat kita g bisa mengejar ketertinggalan kita dengan bangsa maju di dunia, apalagi bidang budi pekerti.

– Belajar mandiri semua pengetahuan yang dirasa perlu dengan subsidi bisya dari pemerintah. Bebaskan rakyat belajar. Jangan dipaksa dengan kartu prakerja, harus memilih pelatihan yang gak bermutu dengan biaya sangat mahal.

– Berikan penghargaan pada penggiat literasi, termasuk para penulis buku kita yang sudah pingsan semua karena bangsa ini malas baca, pengarang dipajaki inggi, dan tidak ada tindakan hukum yang tegas pada para pembajak buku. Masyarakat kita suka gratisan, buku pun ingin gratisan. Pengarang lesu. Kemampuan baca cepat akan membuat pengarang kita hidup kembali.

READ :  Fokus pada Gairah, Bukan Label

– Hargai ide masyarakat. Berikan penghargaan..
Presiden buka kontak komunikasi dengan rakyat agar ide rakyat dapat langsung ke presiden. Jangan lewat birokrat dungu (bahasa Gerung yang sudah jadi bahasa nasional😂). Yang mendisposisi surat kita ke presiden ke pejabat tak berwenang. Sehingga tak ada follow up. Jokowi sendiri mengakui komunikasi presiden dan rakyat tersumbat. Jangan cuma bicara, tegur keras penyekat komunikasi presiden dan rakyat..

Setelah itu baru kita bisa:

1. Mengatasi permasalahan bangsa seperti kemiskinan kebodohan pengangguran kriminalitas termasuk radikalisme dan terorisme.

2. Agar kita mampu mewujudkan Indonesia dream terciptanya masyarakat yang cerdas mandiri sejahtera dan berakhlak.

3.Agar kita jadi bangsa kreatif, produktif, kreatif dan mandiri. Jangan dari dulu sampai sekarang bergantung pada negara lain, sampai garam, jagung, pacul, buah2an, dan sayuran pun kita masih impor. Kreativitas dan produktivitas bangsa kita rendah. Konsumerisme tinggi. Gimana kl sampai kita kena diboikot seperti Rusia, matilah kita semua. Makan jagung pun gak bisa. Karena jagung saja harus impor, pacul untuk tanam padi dan jagung pun harus impor

4. Agar kita tidak menjadi bangsa paling malas baca di dunia dan skor PISA (Programme International of Student Asssement) yang juga termasuk terendah di dunia.

5. Agar kita mampu menghadapi era industri 4.0/5.0. Sekarang ini rakyat sudah dihancurkan ekonominya oleh pemerintah oleh PPKM dan penutupan bisnis luar negeri seperti robot trading. Seperti buah simalakama. Mau dilegalkan, regulasinya gak siap. Mau diurus izinnya, sulitnya bukan main. Belum biaya siluman.. Selagi kecil bisnis dibiarkan, sesudah besar dan beromzet triliunan baru distop uang ya disita negara. Rakyat menjerit. Kemana uang itu?

READ :  Daftar Investasi Paling Menguntungkan Yang Layak Anda Coba

5. Agar kita mampu berpikir sejajar dengan bangsa maju di dunia. Yah kl kita selalu telat dalam regulasi, terus gimana. Kita kalah cepat dong dengan negara maju.

Jika tidak dilakukan, Pancasila hanya jadi semacam:

OMONG KOSONG

Pelajaran PANCASILA dan Budi pekerti sudah disingkirkan di sekolah, bahkan oleh pejabat pemerintah sendiri.

Suruh membaca urutan Pancasila dan 20 saja butir2 Pancasila di luar kepala ASN. Kalau bisa jago.

Cari dimana pun kantor pemerintah termasuk kementerian dan kantor presiden, masih adakah butir2 Pancasila itu dipajang?

Lihat survey pendukung khilafah dan ISIS, mereka justru di kalangan ASN, pendidik, mahasiswa dan pelajar.

Salam Power Ranger.
Siap Berubah

Bambang Prakuso
CEO dan trainer utama Alfateta Indonesia Mind Power Academy.

NB:
Membumikan Pancasila dengan pelajaran baris-berbaris, upacara bendera, kewiraan, lomba makan kerupuk, sepak bola bencong,berdiskusi, berdebat … Itu biasa.
Tapi bagaimana kita belajar agama, Pancasila, budaya, mindset … bisa membuat rakyat punya peluang dapat uang, bisa makan, menyekolahkan anaknya, menguasai ilmu pengetahuan, menjadi lebih cerdas dan berbudi pekerti dan mewujudkan segalanya .. itu baru luar biasa. Itu hanya ada dalam konsep Revolusi Mental Paripurna dari Rakyat untuk Rakyat.

Tolong, Maaf, Terima kasih
Share dong biar pak De atau minimal menteri pendidikan sadar dan mau cepat berubah. Ini Dikbud menjengkelkan. Saya kirim surat agar kita adakan pelatihan baca cepat di sekolah, seperti Jaka sembung bawa beo… eh surat saya okeh Dikbud didisposisi ke pusat Bahasa. Pusat bahasa balas ke saya, salah alamat. Ini menggelikan. Yang salah alamat itu Kemendikbud Bambaaaang..

Leave a Reply

Your email address will not be published.