11 mental milyarder

11 Mental Milyarder Club Menanggapi Gonjang Ganjing Dunia Trading Berbasis Robot

Milyarder Club merupakan himpunan jaringan member Alfateta yang ingin mempraktekan bisnis di masa depan, khususnya pada trading, robot, dan Crypto. Alfateta menggandeng Evopedia (lembaga pendidikan trading).

Kami sangat merasa turut prihatin dengan keadaan dunia trading Indonesia terutama yang berbasis networking atau jaringan. Lihatlah kembali uang masyarakat yang dikumpulkan dengan susah payah scam, tidak bisa WD atau ditarik, karena ditutup pemiliknya atau pemerintah.

Salah satu sebabnya adalah, efek kurangnya pengetahuan masyarakat, sikap ingin kaya mendadak tanpa kerja, dan lambannya regulasi kita.

Kami berkali2 menghimbau, masyarakat cerdas dalam menyikapi bisnis semacam ini. Hindarkan menghimpun dana.

Bisnis trading, khususnya Crypto adalah sebuah keniscayaan yang memang harus kita jalani di dalam kondisi ekonomi yang penuh dengan tidak kepastian seperti sekarang ini.

Bisnis digital (Crypto, metaverse, NFT dll) adalah bisnis anak milenial yang terbukti mampu menghasilkan uang cepat dalam jumlah besar, sekalipun banyak juga yang kehilangan uangnya.

Tapi tidak mengapa, ini adalah pendidikan bagi generasi muda kita di masa depan. Mereka harus menjadi orang yang mampu menghitung risiko dan hasil.

Milyarder Club Alevo yang juga berkecimpung dalam dunia bisnis trading dan crypto sebagai praktika dari pelatihannya, berkali2 mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam bisnis ini. Jadikan bisnis ini pelajaran dan pintu masuk ke bisnis masa depan. Jika kita berdiam juga salah, apalagi takut akan risiko. Alfateta membekali membernya dengan motivasi dosis tinggi, digital marketing, copy writing dll agar dapat meraih sukses. Semua gratis

Kami meyakini selama kita tidak merugikan orang lain, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Sampai saat ini, milyarder club memilih Royal Q sebagai pintu masuk ke dunia bisnis masa depan dengan pertimbangan yang panjang dan kritis.

READ :  Macam macam Makanan Khas Sunda Yang Paling Enak

Berikut ini fakta tentang Royal Q, dan bagaimana kita bersikap:

1. Royal Q adalah robot, alat bantu trading, bukan untuk memantau pergerakan jual beli yg dilakukan broker. Jika robot dinyatakan alat menipu, artinya kita disuruh mantengi grafik trading 24, jam. Ini sangat tidak realistis. Dan berpotensi orang mempercayakan uangnya kepada broker karena mereka tak punya waktu.

2. Royal Q adalah robot yang disewa. Wajar jika kita ajak orang ikut menyewa perusahaan penyewa robot membagi-bagikan komisi (ini bukan korupsi).

3. Sampai hari ini Royal Q kami tidak pernah menghimpun dana masyarakat untuk ditradingkan melalui broker. Setiap orang bermain trading sendiri, dan bertanggung jawab atas uangnya sendiri.

4. Uang trader aman, ada di Binance, exchanger terbesar di dunia. Bukan Royal Q. Tidak ada satupun yang bisa mengambil uang trader termasuk Royal Q atau pemerintah. Kecuali trader itu sendiri. Jika Royal Q scam, tidak ada masalah, karena uang bukan di Royal Q.

5. Royal Q bukan skala Ponzi, karena pendapatan member royal Q dari 4 sumber. Bukan dari member get member saja, sehingga jika tidak ada penambahan peserta Royal Q tetap berjalan.

6. Apakah Skala Ponzi? adalah bila, sebuah perusahaan menjanjikan ROI, bunga atau kenaikan system yang dinyatakan dengan persentase tetap. Jika perusahaan dalam kondisi rugi, perusahaan tidak mampu membayar ROI, akhirnya terjadi scam. Royal Q tidak pernah janjikan ROI. Tak ada kewajiban Royal Q, membayar membernya secara tetap. Jika trader rugi, tak ada kewajiban bagi hasil.
7. Tidak ada total lost (rugi) di Royal Q. Karena robot mengatur hanya jual saat naik, beli saat turun. Jika tidak naik, maka robot tidak beli. Asset kita stag, tapi tidak hilang. Robot akan bekerja kembali jika terjadi kenaikan. Ini mirip jual beli emas. Ketika terjadi penurunan harga, nilainya turun tapi jumlahnya tetap.

READ :  Berikut ini Daftar Broker Saham Terbaik Indonesia Wajib Anda Ketahui

8. Apakah Robot Royal Q ilegal? Ya, semua robot dari luar illegal. Regulasi kita belum mengatur cara melegalkannya. Karena itu persoalan legal atau tidak tinggal diurus perlegalannya. Selama ada niat baik dari pemilik robot dan kesiapan regulasi pemerintah, sebenarnya tidak ada masalah, aman saja.

9. Apakah adanya izin OJK, Bapepti atau Deperindag otomatis mengamankan investasi Anda? Gak juga, banyak perusahaan Indonesia, yang berlabel OJK, bangkrut di tengah jalan dan merugikan nasabah. Apakah ada yang bertanggung jawab terhadap hilangnya uang nasabah, tidak juga.

10. Kita yakin pemerintah Indonesia, masih waras. Bisa memilah mana bisnis yang berpotensi merugikan masyarakat dan mana yang tidak. Kita juga ingin pemerintah cepat tanggap terhadap dunia bisnis digital yang berkembang demikian cepat. Kita tidak ingin kekhawatiran presiden Jokowi, kelambanan pejabat dalam mengantisipasi perubahan bisnis digital membuat kita ditinggal negara lain, dan merugikan masyarakat, seperti regulasi yang tidak kunjung selesai atau tidak ada.

11. Kita berharap pemerintah bijak dan cerdas mengantisipasi bisnis masa depan. Tidak semua networking skala Ponzi. Tidak semua robot abal2.
Bacalah nasihat Warren Buffet “Kalau kamu tidur belum menghasilkan uang, maka bersiaplah kamu akan bekerja keras sampai mati”. Dan seperti dikatakan oleh Robert T Kiyosaki dalam bukunya Cashflow Quadrant, “Orang miskin mencari uang orang kaya menciptakan jaringan”. Ibu Sri Mulyani pernah mengatakan tentang kemampuan orang-orang Amerika dalam mengelola aset. Indonesia sebenarnya punya kemampuan asal pemerintah dan masyarakat sama sama cerdas dan bisa bekerja sama.
Di masa depan tidak ada lagi bisnis yang bisa hidup tanpa networking. Tidak akan ada lagi bisnis yang bisa hidup tanpa internet, robot pasive income dan fintech.

READ :  Newmind - Seni Berpikir dari Seorang Mardigu Wowiek

Indonesia boleh menjadi negara paling malas baca di dunia, tapi jangan pejabatnya. Karena jika pejabat juga malas baca, maka taruhannya adalah masa depan bangsa ini. -Bambang Prakuso, milyarder.club Alevo.

Leave a Reply

Your email address will not be published.