telkom

Perhatikan Harga Saham Telkom Rekomendasi untuk Para Investor

PT Telkom Indonesia Tbk, biasa disebut Telkom Indonesia atau Telkom saja adalah perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap di Indonesia.

Sebagai seorang investor, tentu menyimak pergerakan harga saham sudah menjadi hal biasa untuk Anda. Namun, sudahkah Anda melihat pergerakan harga saham Telkom terbaru? Ya, saham yang bergerak di bidang telekomunikasi ini memang layak untuk Anda pertimbangkan. Sebab perusahaannya yang besar membuat sahamnya juga sangat menjanjikan. Lalu seperti apa kinerja saham ini dan seperti apa rekomendasinya?

Sekilas Tentang PT. Telkom Indonesia

Saham Telkom merupakan milik dari perusahaan PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau yang populer dengan sebutan Telkom. Ini merupakan perusahaan yang berfokus pada komunikasi, informasi, serta penyediaan jasa dan jaringan telekomunikasi di Indonesia.

Perjalanan Telkom yang sangat panjang sudah bermula sejak era kolonial. Pada saat itu, Belanda mendirikan sebuah badan usaha penyedia layanan pos dan juga telegraf di tahun 1882. Selanjutnya layanan tersebut berkonsolidasi oleh Pemerintah Hindia Belanda ke dalam jawatan Post Telegraaf Telefoon (PPT).

Setelah itu meloncat pada tahun 1961, status perusahaan yang awalnya adalah jawatan, kemudian berubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Kemudian PN Postel pecah menjadi Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi) dan Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro). Nah, Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi) inilah yang menjadi cikal bakal dari Telkom.

Telkom Indonesia yang besar seperti saat ini, merupakan hasil dari perubahan bentuk perusahaan pada 1 Mei 1991. Dari yang awalnya PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero), kemudian menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) Telekomunikasi Indonesia. Perubahan ini berdasarkan dari peraturan yang pemerintah keluarkan dengan dokumen PP No. 25 Tahun 1991.

Saham Telkom Indonesia (TLKM)
Penawaran umum perdana atau IPO dari Telkom bermula di tanggal 14 November 1995. Kemudian setelah melalui perjalanan yang panjang, terhitung sejak 4 Desember 2020, PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk tercatat di BEI sebagai PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Adanya perubahan nama ini berdasarkan penerimaan yang dilakukan BEI pada 2 Desember 2020, beberapa hari sebelumnya.

Perusahaan ini merupakan salah satu bagian dari BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan 52,09% sahamnya merupakan milik Pemerintah Indonesia. Sementara itu, 47,91% sahamnya merupakan milik publik. PT. Telkom Indonesia juga memiliki beberapa saham mayoritas di anak perusahaan lainnya, total sekitar 13 anak perusahaan. Meskipun sempat berganti nama, namun kode saham TLKM tidak berubah.

READ :  Tata cara Lengkap Belajar Saham untuk Pemula dari A sampai Z

Pergerakan Harga Saham Telkom (TLKM)

Terhitung pada 2 Februari 2022, harg saham Telkom berada pada angka Rp. 4.170 per lembarnya. Angka tersebut termasuk turun sebesar 4.79% dari 5 hari terakhir. Akan tetapi, jika Anda melihat dalam scope grafik yang lebih luas, maka harga saham Telkom sebenarnya menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan selama 6 bulan terakhir.

Mulai dari September 2021, Oktober 2021, November 2021, December 2021, Januari 2022, sampai pada awal Februari 2022, harga saham Telkom menunjukkan kenaikan yang cukup baik. Terhitung sebanyak 25.23% kenaikan yang berhasil ditorehkan oleh saham ini.

Tren kenaikan yang baik ini juga akan tampak ketika Anda melihat harga saham dari scope grafik yang lebih luas lagi seperti dalam 1 tahun terakhir. Mulai dari April 2021 sampai dengan awal Februari 2022, harga saham Telkom menunjukkan kenaikan yang cukup baik. Tercatat presentase sebesar 28.70% berhasil saham ini torehkan.

Kenaikan Harga Saham dan Rekomendasinya
Kenaikan harga yang terjadi pada saham TLKM tentu bukan tanpa alasan. Tercatat kenaikan harga yang signifikan terjadi pada 19 November 2021 lalu. Pada perdagangan tersebut, harga saham melonjak sebesar 7.44% menuju level Rp. 3.900 per lembar sahamnya. Apa yang menyebabkan lonjakan harga tersebut?

Penyebab kenaikan ini menurut Direktur Utama Telkom, yaitu Ririek Adriansyah merupakan akibat dari aksi pembelian para investor asing yang mencapai nilai 780 miliar rupiah. Pada saat itu, PT. Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) yang merupakan anak perusahaan Telkom memang sedang mengadakan penawaran saham perdana atau IPO. Nah, dari kegiatan IPO tersebut tercatat bahwa para investor menaruh minat yang sangat besar terhadap saham tersebut.

Dari keberhasilan IPO inilah yang kemudian menjadi cambuk bagi PT. Telkom Indonesia Tbk untuk senantiasa memperbaiki kinerja perusahaan. Selain itu, potensi usaha Telkom juga memiliki proyeksi yang sangat baik kedepannya. Mengapa?

READ :  Catat ini, Bisnis Anda Perlu Mempersiapkan Metaverse

Sebab, kepemilikan menara jaringan lebih dari 28.000 unit membuat kinerja perusahaan akan semakin baik. Dari kinerja yang baik itulah, harga saham Telkom juga diprediksi akan senantiasa bergerak bagus. Tidak hanya itu, kehadiran teknologi jaringan 5G juga semakin memperbesar minat investor terhadap Telkom. Kebutuhan masyarakat juga akan semakin meningkat akibat adanya jaringan 5G.

Lalu, seperti apa rekomendasi saham Telkom?
Dengan melihat tren perkembangan harga yang baik dan juga proyeksi usaha yang semakin berkembang saham Telkom tergolong masih layak untuk Anda pertimbangkan. Analis Henan Putihrai Sekuritas Steven Gunawan, juga menyampaikan rekomendasi yang sama.

Steven mengungkapkan bahwa rekomendasi saham TLKM tergolong masih baik dan menjanjikan. Bahkan, ia mengerek target harga dari yang awalnya Rp. 4.020 per saham menjadi Rp. 4.400 persaham. Dengan adanya target harga yang baru ini, tentu kinerja Telkom memiliki proyeksi yang bagus di tahun ini.

Selain itu, Analiis Pilarmas Investindo Sekuritas, Okie Ardiastama juga menyampaikan rekomendasi yang sama. Saham TLKM masih terbilang menjanjikan untuk investasi karena kinera Telkom yang masih akan membaik. Selain itu, permintaan akan jaringan dan data internet di Indonesia yang senantiasa meningkat juga menjadi alasan mengapa saham ini layak Anda pertimbangkan.

Tips Berinvestasi Agar Minim Resiko Rugi
Ketika Anda memutuskan untuk berinvestasi, maka selalu pegang prinsip bahwa “high return, high risk”. Tidak ada investasi yang memberikan keuntungan besar, tanpa resiko. Selalu akan ada resiko yang harus Anda hadapi. Akan tetapi, bukan berarti resiko tersebut tidak bisa Anda minimalisir. Inilah beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk meminimalisir resiko investasi:

1. Pilih Saham yang Berfundamental Baik
Saham yang Anda pilih tentu akan berpengaruh besar terhadap keuntungan yang akan Anda peroleh. Untuk itu, penting sekali bagi Anda memilih perusahaan yang memang memiliki fundamental baik, kuat, dan stabil. Maksud dari fundamental yang baik, adalah memiliki kondisi keuangan dan manajemen yang bagus.

Kedua hal ini bisa Anda lihat pada laporan keuangan perusahaan. Lakukan analisa bagaimana kondisi keuangan perusahaan tersebut. Sejauh mana mereka bisa mempertahankan laba dan juga mengembangkan usahanya. Selain itu, amati pula bagaimana manajemen dan reputasi perusahaan di masyarakat. Dengan memilih perusahaan yang kuat, maka kerugian dari harga saham yang turun bisa Anda hindari dengan jauh lebih optimal.

READ :  Daftar Harga 24 Laptop Lenovo Terbaru dan Spesifikasinya

2. Lakukan Diversifikasi Saham
Salah satu tips ampuh agar bisa meminimalisir resiko investasi adalah dengan melakukan diversifikasi saham. Maksud diversifikasi adalah tidak meletakkan modal hanya pada 1 sektor saham saja. Sebaliknya, bagilah modal yang Anda miliki ke beberapa sektor saham yang berbeda.

Tujuan dari diversifikasi adalah untuk menyelamatkan portofolio Anda ketika salah satu sektor saham sedang lesu. Masih ada sektor lainnya yang akan menopang portofolio. Misalnya, Anda ingin berinvestasi di saham Telkom yang bergerak di bidang telekomunikasi, maka jangan menaruh semua modal di saham tersebut.

Ambil saham yang berasal dari sektor lain seperti saham perbankan misalnya, dengan memilih saham BBRI, BBNI, atau BBCA. Dengan cara ini, ketika saham yang berada pada sektor telekomunikasi lesu, Anda masih memiliki saham perbankan yang stabil. Portofolio Anda tidak akan langsung jatuh merah dan kerugian bisa lebih Anda minimalisir.

3. Pahami Waktu Terbaik Membeli Saham
Prinsip lain yang harus Anda kuasai sebagai seorang investor adalah memahami kapan waktu terbaik untuk membeli dan menjual saham. Prinsipnya, beli ketika harga turun dan jual ketika harga naik. Ketika harga saham turun, maka Anda bisa membeli dalam harga yang murah, kemudian ketika naik maka bisa Anda jual dan keuntungannya maksimal.

Akan tetapi, Anda juga tidak boleh mengabaikan analisa teknikal dan fundamental ketika akan membeli saham. Meski prinsip ini berlaku, selalu pastikan sudah melakukan analisa terlebih dahulu. Tujuannya, agar Anda bisa mendapatkan keputusan yang akurat terkait pembelian dan penjualan saham. Jadi, pastikan Anda selalu melakukan analisa terlebih dahulu ya!

Nah, itulah informasi tentang harga saham Telkom sekaligus rekomendasinya untuk Anda. Kesimpulannya, saham TLKM masih menjadi salah satu kandidat saham yang baik untuk berinvestasi karena prospeknya yang menjanjikan di masa depan. Jadi, apakah Anda tertarik untuk berinvestasi di saham ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published.